Jualan Hasil Pertanian Lewat Shopee dan Tokopedia? Ini Strateginya!

Zaman sekarang, yang namanya jualan hasil pertanian nggak harus nunggu orang datang ke pasar atau warung. Banyak petani dan UMKM pertanian yang sudah mulai go digital dan nyoba jualan lewat marketplace seperti Shopee dan Tokopedia.

Dan hasilnya? Banyak yang cuan!

Tapi tentu aja, jualan di marketplace nggak cukup cuma upload foto terus duduk manis nunggu orderan masuk. Ada strateginya biar produkmu bisa dilirik, dipercaya, dan laku keras! Nah, di artikel ini kita bakal bahas langkah-langkah dan trik jitu supaya hasil pertanianmu bisa bersaing di platform online. Yuk, simak bareng!


1. Pilih Produk yang Cocok untuk Marketplace

Nggak semua produk pertanian cocok dijual online. Beberapa produk cepat busuk atau sulit dikirim jarak jauh. Tapi bukan berarti nggak bisa, ya! Kamu hanya perlu pilih yang paling memungkinkan.

Contoh produk pertanian yang cocok:

  • Sayur organik dalam kemasan

  • Buah segar yang tahan pengiriman (salak, jeruk, apel lokal)

  • Rempah-rempah kering (jahe bubuk, kunyit, temulawak)

  • Beras kemasan, kacang-kacangan, kopi, atau teh

  • Produk olahan pertanian (keripik singkong, sambal, jamu)

Kalau kamu bisa kemas dengan baik, produk segar pun bisa dikirim ke luar kota dengan layanan pengiriman cepat (instant atau same day).


2. Bikin Toko Online yang Menarik dan Profesional

Bikin akun toko di Shopee atau Tokopedia itu gratis. Tapi yang bikin beda adalah tampilan dan kelengkapannya. Toko yang rapi dan profesional bikin calon pembeli lebih percaya.

Yang perlu diperhatikan:
✅ Nama toko: pakai nama yang mudah diingat dan berkaitan dengan produkmu.
✅ Logo dan banner: bisa pakai desain sederhana tapi menarik (bisa pakai Canva).
✅ Deskripsi toko: ceritakan siapa kamu, jual apa, dan apa keunggulan produkmu.

Contoh deskripsi:

“Kami petani dari Temanggung yang menjual produk organik langsung dari kebun. Tanpa bahan kimia, segar, dan siap kirim ke seluruh Indonesia!”


3. Foto Produk Itu Kunci!

Pembeli di marketplace nggak bisa lihat langsung barangmu, jadi foto adalah senjata utama. Foto yang buram atau gelap bisa bikin calon pembeli kabur sebelum baca deskripsi.

Tips foto produk:
📸 Gunakan cahaya alami (pagi atau sore)
📸 Foto dari beberapa sudut: tampak depan, samping, dan isi kemasan
📸 Tambahkan label atau nama produk di foto (kalau bisa)
📸 Pastikan latar belakang bersih dan rapi

Kalau produkmu unik, kamu juga bisa tambahkan video pendek untuk memperlihatkan detail dan manfaatnya.


4. Tulis Deskripsi Produk yang Informatif dan Meyakinkan

Banyak toko gagal jualan karena deskripsinya terlalu singkat atau asal-asalan.

Contoh buruk:

“Beras merah 1kg. Cocok buat diet. Segar.”

Contoh yang lebih baik:

“Beras merah organik 1 kg. Ditanam di dataran tinggi tanpa pestisida. Cocok untuk diet, penderita diabetes, dan hidup sehat. Tekstur pulen, rasa gurih alami. Tersedia dalam kemasan food grade dan siap kirim!”

Deskripsi yang baik:
✅ Menjelaskan manfaat
✅ Menjelaskan keunggulan
✅ Memberikan detail kemasan dan berat
✅ Menjawab pertanyaan umum pembeli


5. Gunakan Fitur Gratis Ongkir dan Voucher

Di marketplace, fitur seperti gratis ongkir dan voucher diskon itu daya tarik besar. Walaupun kamu harus menanggung sebagian ongkir, tapi bisa jadi investasi untuk meningkatkan penjualan.

Tipsnya:

  • Gunakan program “Gratis Ongkir Xtra” dari Shopee atau “Ongkir Tokopedia” untuk pemula.

  • Buat voucher diskon kecil seperti Rp2.000 atau Rp5.000 untuk menarik minat.

  • Kalau bisa, gabungkan dengan pembelian minimal (misal beli 2 gratis ongkir).


6. Respon Cepat dan Ramah ke Calon Pembeli

Jualan online itu soal kecepatan dan kenyamanan. Jangan biarkan pembeli nunggu jawaban seharian. Aktifkan notifikasi, atau kalau perlu pakai fitur chat otomatis yang bisa dibikin di aplikasi.

Kamu juga bisa siapkan template jawaban seperti:
📦 “Produk kami ready, dikirim dari Magelang hari ini ya!”
🍃 “Semua produk tanpa pengawet, cocok untuk keluarga dan anak-anak.”

Semakin responsif kamu, makin besar peluang pembeli jadi langganan.


7. Kumpulkan Review Positif

Review itu ibarat testimoni di dunia nyata. Makin banyak bintang 5, makin yakin calon pembeli.

Caranya:
✅ Kirim produk dengan cepat
✅ Bungkus dengan rapi (pakai bubble wrap atau kardus)
✅ Sisipkan kartu ucapan atau minta review secara sopan

Contoh isi kartu ucapan:

“Terima kasih sudah membeli produk kami. Kalau puas, bantu beri review bintang 5 ya! 🙏”


8. Ikuti Promo dan Campaign dari Marketplace

Shopee dan Tokopedia sering banget bikin program promo, flash sale, atau campaign khusus produk lokal. Nah, kamu bisa ikut program ini supaya produkmu ikut dipromosikan oleh sistem mereka.

Biasanya mereka akan minta kamu ikut aturan seperti:
📌 Stok produk mencukupi
📌 Harga masuk akal
📌 Pengemasan cepat
Kalau lolos kurasi, produkmu bisa muncul di halaman depan, lho!


Penutup: Panen Digital Dimulai dari Sekarang!

Shopee dan Tokopedia bukan cuma buat jualan baju atau gadget, tapi juga ladang subur untuk petani dan UMKM pertanian. Yang penting kamu mau belajar, berani coba, dan konsisten memperbaiki.

Ingat, jualan online bukan sulap. Tapi kalau kamu serius dan punya strategi yang tepat, hasil pertanianmu bisa dikenal lebih luas, dihargai lebih tinggi, dan jadi sumber cuan yang berkelanjutan.

Berbagi banyak hal terkait teknologi termasuk Internet, App & Website.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing.

Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
Chat WhatsApp